Thursday, 18 June 2009

Surga Dunia

Sebut saja namanya Rojali, ia berkulit putih, cakep dan berkumis tipis. Saat itu ia berteman akrab dengnku.Namun ada satu hal yang belum pernah aku tanyakan tentang kebiasaan dia yakni setiap kali ia berucap "astaghfirullah..." dengan nafas yang panjang dan fikiran sprti memandang jauh ke belakang.
Dengan sdkt keberanian aku bertanya padanya : " Kau kenapa ? sakit?". Ia hanya terdiam dan membisu. Lalu akupun semakin penasaran : "Li, ada yg bisa aku bantu?" Diapun mnjwab :"bantu apa?", aku sedang bermunajat kepada Allah SWT, katanya. Aku kaget dan kembali bertanya :"Iya aku ngerti tapi kau sprti menyimpan sesuatu dalam hatimu?, bolehkah aku sedikit tahu kita kan sahabat?"
Tanpa diduga ia menangis sambil berkata terbata-bata :"dulu aku pernah menjadi seorang kaya raya, hingga semua keinginanku bisa aku beli. Saat itu usiaku baru 23 tahun namun aku sudah punya 4 perusahaan".
"Bayangkan saja 4 perusahaan dalam usia 23 tahun.., saat itu aku bangga dan bahagia bersama anak dan isteriku, karna semua kebutuhan mereka aku penuhi bahkan rumah, mobil, motor dan lain-lain telah kumiliki bahkan lebih dari 10 rumah besar, tanah, sawah berhektar-hektar , 40 mobil, 20 motor belum lagi mobil mewah yang aku miliki serta tabungan dibeberapa BANK hinga aku jadi nasabah nomor wahid. Semua keluarga, sahabat, rekan kerja sangat senang bila melihatku dan kelihatannya sangat menghormatiku. Bahkan aku dijadikan Bapak angkat dari anak-anaknya. Yaa...mereka senang bila aku memberinya uang ..dan akupun bangga dapat menyenangkan mereka dengan uang.
Namun bencana itu muncul secara tiba-tiba. Mulanya aku kedatangan seseorang yang dibilang masih ada hubungan keluarga sebut saja namanya "si pulan", ia memintaku untuk mengangkatnya menjadi pegawai di sebuah perusahaanku. Dan karna ia pinter & sesuai pendidikan akupun mengabulkannya malah ia kuangkat jadi asisten manager. Disinilah awal terjadi bencana karna setiap hari ia bersamaku menawarkan minuman, obat-obatan, ganja, sabu-sabu dan wanita. Pada awal-awal aku menolaknya, tapi lama kelamaan aku jadi penasaran dan mulailah sedikit-sedikit mencoba. Parahnya aku jadi ketagihan, bahkan bukan itu saja aku beli semua wanita cantik yang berkulit putih, kuning langsat, artis, model luar negeri ato dalem negeri hanya demi kepuasan masa mudaku. hampir setiap hari aku mengadakan pesta bersama mereka hingga aku melupakan keluargaku sendiri karna jrng pulang ke rumah. Yaa hidupku telah berubah 180 derajat, Entah berapa obat-obatan, narkoba dan wanita yang pernah aku pakai. Secantik apapun aku bisa mendapatkannya, wahhh ... ibarat pangeran kerajaan yang dikelilingi para selir ....
selama 3 tahun aku hidup seperti itu dan akhirnya Allah SWT mengingatkanku. Aku jatuh sakit parah kemudian berobat kesana-kemari tidak sembuh-sembuh bahkan perusahaankupun berantakan karna semua saham dan assetnya dijual oleh "si pulan" tadi, Ketika aku jatuh sakit hampir semua orang yang aku kenal sedikit demi sedikit menjauh, mereka tahu akan kehidupanku kini. Semakin parah lagi semua kekayaanku dijual oleh "si pulan" dengan alasan untuk biaya pengobatanku, padahal tidak sama sekali. Akhirnya aku bangkrut dan hanya punya kekayaan tersisa yakni rumah 1 dan mobil kijang 1, semua habis dijual "si pulan" dan untuk berobat ke luar dan dalam negeri. Puncaknya aku menjadi gila selama 17 tahun dan menetap di RS Cisarua Cimahi. Saat itu ada seorang wanita yang selalu menemaniku dan merawatku sekalipun aku tidak mengenalnya. Belakangan setelah aku sadar dari kegilaanku ternyata wanita itu adalah istriku sendiri..., coba bayangkan ia tersakiti selama puluhan tahun bahkan aku sia-siakan, tapi selama itu pula dialah yang paling setia menemaniku dikala aku susah dan tidak waras. Dia dengan telaten merawatku dan mengingatkanku bahwa ia istriku hingga membawaku ke tempat-tempat kenangan kami. Dan pada saat adzan subuh aku terbangun seperti ada yang menyuruhku untuk bangun dan sadar dari kegilaanku dan orang pertama yang ku lihat menemaniku dan tertidur di sampingku, dialah istriku yang selama ini aku dekat dengannyapun aku tidak mengenalnya. Aku memeluknya dan meminta maaf padanya dan aku sadar bahwa saat itu lama waktu 17 tahun seolah tidur satu hari kemudian dibangunkan dan disadarkan oleh suara adzan subuh, Ya Allah Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku untk bertobaaaaatt"......

Sebuah Pengorbanan

Seorang lelaki bermandikan peluh ditubuhnya memandang sayu sambil menggendong anaknya yang masih balita. Ia berucap : "nak kalo udah besar pengen jadi apa?", Dengan ucap lugu sang anak menjawab : "Ingin seperti ayah?". Mendengar hal itu sang ayah tersenyum namun berurai air mata, tak henti walau ia coba beberapa kali tuk menghapus air matanya. Apa sebabnya? Karna baru saja Ia selamat dari kejaran orang-orang dan scurity supermarket ketika ia ketahuan mencuri susu instan buat anaknya itu,....

Monday, 15 June 2009

Kisah Pedagang Daun Pisang

Pagi itu terlihat seorang ibu tua berjalan menyusuri kebun pisang. Ia tersenyum menjalani rutinitas hidupnya sebagai seorang pedagang daun pisang. Dengan sedikit bernyanyi lirih ia mengambil satu persatu daun pisang kepunyaan haji Ali.
Terkadang ia hentakkan kakinya layaknya penari india sambil membawa bakul yang kini tlah penuh trisi daun pisang dan berharap ia dapat mendapat penghasilan.
Tak seperti biasanya ia berdagang di emperan itu, mulai dari pagi sekali hingga mejelang petang. Tidak lupa ia bersyukur pada Yang Maha Pencipta dengan melaksanakan kewajiban sholat yang lima waktu di sela-sela waktunya untuk berdagang.
dalam sehari penghasilannya tak menentu, kadang 5000,10.000, 15.000 atau lebih bahkan kalau lagi sepi yaaa.. ngelamun dech..
Pas jam 11 pagi tiba-tiba sepasukan Satpol PP menghampirinya, salah seorang dari mereka mengusirnya dan seorang lagi menendang bakul dagangannya hingga daun-daun pisang itu berserakan dan terinjak-injak. Ibu Tua menjerit, menangis, menciumi kaki komandan satpol agar tidak merusak dangannya. Namun malah cercaan dan hinaan yang ia dapatkan.
Bakulnya yang merupakan teman hidup selama ini telah berubah menjadi tempat sampah yang siap dibakar.
Ia meraung-raung menginginkan bakul itu. Hingga akhirnya ia terkulai tak berdaya melawan semua itu, hanya tetesan air mata yang mengiringi daun-daun pisang yang berserakan. Mungkin hanya do'a yang dapat terucap meratapi nasib yang tak berpihak...
Hanya satu kata penguasa yang terngiang ditelinganya yakni "Mewujudkan Masyarakat yang adil dan Makmur"
"Tuhanku,...... Aku serahkan Padamu Hidupku dan Matiku...."
Dalam butiran air mata ia memanggil nama-Nya....

Ibu

Tanpa kehadiran seorang ibu maka anak itu terkulai, tersenyum hampa, sayu dan menunduk. Ia bertepuk namun tak bersuara. Bibirnya kering tak lagi ada kesejukan dalam hatinya. Sungguh kasih sayang seorang ibu adalah penantian tak bertepi. Ia tak mengenal ibunya sejak lahir. Ia hanya mengenal nenek tua pemulung sampah yang ikhlas mengurus dan menjaganya. Ibunya seorang TKW. Entah masih hidup atau tiada. Sang ibu pergi begitu saja setelah mengetahui suaminya tengah bermesraan dengan wanita lain sepulang dari malaysia. Begitun ayahnya, seolah tak perduli akan kehadiran dirinya di bumi ini. Ia asyiik dengan dunia hitamnya hingga 1 butir peluru polisi menembus dadanya. Kini anak itu hanya bisa menangis mengharap susu instan yang tak terbeli.....

Kisah Seorang Pemuda

Seorang muda berparas elok, melangkah gontai bak ditikam sembilu.
Baru saja ia tenggak arak itu berkali-kali. Tak ayal lagi pikirannya
seperti ombak, gaduh ... bergemuruh dan sepi.
" Ibu ... terlalu banyak dosaku..." teriaknya
Ia teringat ibunya yang tlah tiada...
Apa gerangan yang membuat ia jatuh dalam cengkraman syetan?
Padahal fisik dan performanya sangat menawan?
Ternyata baru saja ia membunuh .... yaa ... membunuh sahabatnya sendiri

Embun Pagi

Embun pagi adalah harapan yang bening, indah, sejuk dan berseri....
Embun Pagi adalah tetesan hidup yang menjadi mimpi setiap insan.....
Embun Pagi adalah karya seni sang pencipta yang sempurna.....
Embun pagi adalah Aku dan Kau.....
Embun Pagi adalah hati yang suci bersih.....
Embun pagi adalah dambaan hidup.....
Embun pagi adalah Penantian karunia yang terpancar dalam senyuman....